Semarakkan HUT RI ke-74, JTP Group Kampanyekan Satwa Langka

JTP Group melalui Batu Secreet Zoo, JTP 2, saat mengelar kampanye melindungi satwa langka endemik Indonesia dalam tajuk Action Indonesia GSMP dan gerakan 1000 koin. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
JTP Group melalui Batu Secreet Zoo, JTP 2, saat mengelar kampanye melindungi satwa langka endemik Indonesia dalam tajuk Action Indonesia GSMP dan gerakan 1000 koin. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

MALANG NEWS – Global Species Management Plans (GSMP) adalah rancangan kerja sama konservasi internasional yang memfokuskan penyelamatan satwa tertentu dalam jangka panjang. Di tahun 2006, program Action Indonesia GSMP dibuat untuk membantu melindungi anoa, banteng, dan babirusa dari kepunahan. Di tahun 2018, harimau Sumatera diturut sertakan dalam program Action Indonesia, tak terkecuali dengan JTP Group pun demikian.

Dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-74, Jawa Timur Park Group melalui Batu Secret Zoo menyelenggarakan kampanye melindungi satwa langka endemik Indonesia dalam tajuk Action Indonesia GSMP.

Kampanye Action Indonesia GSMP itu digelar di Batu Secreet Zoo, Jatim Park 2, yang dimulai pukul 09.30 WIB, pada Minggu (18/8/19).

Indriana Novita Kumalasari, Kapten Educator, Jawa Timur Park 2, berpartisipasi gerakan 1000 koin Penyelamatan Konservasi Satwa Endemik Indonesia.
Indriana Novita Kumalasari, Kapten Educator, Jawa Timur Park 2, turut berpartisipasi gerakan 1000 koin untuk penyelamatan konservasi satwa endemik Indonesia.

Menurut Indriana Novita Kumalasari, Kapten Educator, Jawa Timur Park 2 sebagai lembaga konservasi turut serta dalam kampanye Action Indonesia GSMP, dengan mengadakan beberapa program edukasi yang mendukung program konservasi satwa endemik Indonesia.

“Ya, beberapa program tersebut di antaranya adalah gerakan 1000 koin, yang mengajak masyarakat yang berkunjung ke Jawa Timur Park 2 untuk menyisihkan uang koin yang akan disumbangkan untuk program konservasi satwa endemik Indonesia. Penyaluran dana tersebut secara transparan dapat di lihat melalui website www.actionindonesiagsmp.org. Dengan koin kecil yang mungkin kurang berharga bagi sebagian orang, satwa-satwa Indonesia yang kini terancam punah dapat diselamatkan,” kata dia di sela-sela aksi penggalangan koin di depan pintu masuk Batu Secret Zoo.

Lala sapaan akrabnya menambahkan, selain itu Jawa Timur Park 2 juga melakukan kegiatan edukasi di area untuk meningkatkan kesadaran pengunjung akan pentingnya konservasi satwa yang di ambang kepunahan.

“Program berikutnya adalah Jawa Timur Park 2 Photo Contest. Program ini mengajak pengunjung untuk mengunggah foto satwa di Jawa Timur Park 2, dengan menulis caption tentang cerita menarik di balik foto tersebut dengan tema “Action Indonesia Day” dalam rangka kampanye penyelamatan empat satwa endemik Indonesia di kancah Internasional,” imbuh dia.

Kepala drh. JTP 2, Dwi Ristanti, saat diwawancarai awak media.
Kepala drh. JTP 2, Dwi Ristanti, saat diwawancarai awak media usai kampanye melindungi satwa langka endemik Indonesia dan gerakan 1000 koin.

Sementara itu, Kepala drh. JTP 2, Dwi Ristanti menjelaskan, Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), adalah subspesies harimau terkecil yang hanya dapat ditemukan di Pulau Sumatera saja.

“Warna kulit harimau Sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau pada umumnya, mulai dari kuning kemerahan hingga jingga tua. Bulu harimau betina berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan,” terang dia.

Prista, sapaan akrabnya menguraikan, Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) merupakan jenis kerbau kerdil yang sangat langka dan hanya dapat ditemukan di Pulau Sulawesi dan Buton di Indonesia.

“Sedikit informasi mengenai jenis ini karena mereka hidup menyendiri di dalam hutan. Mereka memakan daun, rumput, ranting, dan buah-buahan yang terjatuh. Jantan dan betina memiliki tanduk, namun jantan biasanya tubuhnya lebih gelap daripada betina. Anoa merupakan jenis kerbau kerdil terkecil di dunia,” ungkapnya.

Selain itu, sambung dia, Banteng merupakan jenis sapi liar berukuran besar. Ada tiga subspesies yang dikenal. Bos javanicus javanicus ditemukan di Jawa dan Bali, Bos javanicus lowi di Kalimantan, dan Bos javanicus birmanicus ditemukan di daratan Asia.

“Banteng jantan tubuhnya jauh lebih gelap dan lebih besar daipada betinanya. Keduanya memiliki tanduk. Akan tetapi, tanduk pada banteng jantan melengkung ke atas dan dapat tumbuh hingga 75 cm, sedangkan tanduk pada banteng betina lebih kecil,” bebernya.

Dan yang terakhir, papar dia, Babirusa adalah kelompok jenis babi yang sangat langka. Ada tiga jenis yang dapat ditemukan di Indonesia meliputi daratan Sulawesi, Kepulauan Togian, serta Pulau Sula dan Buru.

“Jantan dapat dibedakan dari adanya gigi taring atas yang tumbuh ke arah belakang menembus kulit di daerah hidungnya yang melengkung dan terlihat jelas. Pada betina, gigi taring atasnya lebih kecil. Para ahli belum tahu secara pasti apa fungsi gigi taring yang keluar tersebut,” pungkasnya.

Pewarta: Eko Sabdianto

Editor: Andi Rachmanto

Publisher: Andri Priyo Utomo