Ribut Dengan Warga, Aksi AMP Dipukul Mundur Aremania

Aksi AMP yang di pukul mundur Aremania, membuat jalanan kembali lancar
Aksi AMP yang dipukul mundur Aremania, membuat jalanan semula macet kini mulai berangsur normal kembali. Foto: Andi Rachmanto/malangNEWS

MALANG NEWS – Keributan antara warga Kota Malang dengan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang, pada Kamis (15/8/19) di seputaran Jalan Basuki Rahmat (kayutangan), Kota Malang membuat para Aremania geram.

Pasalnya, warga menilai para mahasiswa itu telah membuat rusuh Kota Malang.

Masyarakat Kota Malang berusaha mencegah aksi unjuk rasa AMP Komite Kota Malang, akibatnya sempat terjadi bentrokan dan aksi saling lempar batu di jalanan hingga membuat kemacetan.

Aremania yang tengah berada di lokasi kemudian berlari menuju ke kerumunan mahasiswa yang tengah terlibat kerusuhan dengan warga tersebut, dan berniat untuk melawannya.

“Malang iki cinta damai. Ayo maju’o. Ngaliho teko Malang. Ojok gawe kesruh,” teriak beberapa dari Aremania.

Para Aremania langsung berlarian menuju perempatan kayutangan. Tak pelak, Polisi yang mengetahui hal itu secara spontanitas langsung menengahi. Namun kedua massa baik dari Aremania maupun AMP tak dapat dibendung.

Akibatnya terjadi aksi saling pukul memukul antara AMP dan Aremania, yang akhirnya dipukul mundur oleh Aremania. Mereka (AMP) masuk ke truk polisi, sembari diteriaki oleh para Aremania.

Berdasarkan keterangan dari Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, sekelompok massa tersebut merupakan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

“Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) itu menyuarakan kemerdekaan Papua. Mereka melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati 57 tahun perjanjian New York,” kata Asfuri, saat di hubungi Malang News melalui telepon selulernya.

Mantan Kepala Bagian Operasional Polres Metro Jakarta Pusat ini menambahkan, saat ini personel kepolisian dari Polres Malang Kota tengah disiagakan, untuk mengantisipasi demo susulan.

“Ya, saat ini anggota kami siagakan, guna untuk mengantisipasi kerusuhan susulan,” imbuhnya.

Dari pantauan awak media di lapangan, saat ini bentrokan telah berakhir. Jalanan yang semula macet, kini mulai berangsur normal kembali.

Bahkan, tampak beberapa petugas kepolisian dari Polres Malang Kota masih terlihat berjaga-jaga guna untuk mengantisipasi keributan.

Untuk diketahui, AMP melakukan aksi unjuk rasa itu dalam rangka memperingati 57 tahun perjanjian New York, dengan Tema “Amerika Serikat Harus Bertanggung Jawab Atas Penjajahan di West Papua”, sekitar 25 orang yang dipimpin Melkianus Fransiskus Huby alias Mikael.

Pewarta: Andi Rachmanto

Editor: Eko Sabdianto

Punlisher: Andri Priyo Utomo