Ribuan WNI Masih Mengadu Nasib Di Luar Negeri.

Yoyok Wardoyo Kepala Disnaker Kab Malang.

MALANG-NEWS.COM – Tidak kurang dari 2933 orang  Warga Negara Indonesia (WNI) sampai sekarang masih bekerja diberbagai Negara bagian Asia dan Eropa.

Hal itu dilakukan demi kelangsungan hidup karena  faktor kesulitan ekonomi, serta memperbaiki taraf hidup keluarga dan masa depan anak-anak mereka. 

Kepada MALANG-NEWS.COM Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo mengatakan, dalam setahun bisa angka 2933 orang. Dia juga mengingatkan pada seluruh stake holder untuk tidak berbuat curang pada nasib seorang tenaga kerja di luar negeri.

“Saya mengetuk hati pada seluruh stake holder terkait penempatan kerja di luar negeri, agar tidak membodohi para TKI. Kami membutuhkan peran serta seluruh element, agar tidak ada lagi permasalahan yang dihadapi TKI ketika mereka mengadu nasib di luar negeri,” tegasnya. Selasa (10/02/18).

Dikatakan, pihak Disnaker secara keseluruhan tidak bisa mendata berapa jumlah TKI kategori ilegal. Yang dimaksud ilegal adalah, keberangkatan TKI sudah dianggap ilegal ketika tidak terdata secara administrasi. Lalu, sesampainya di negara tujuan, yang bersangkutan atau TKI memilih keluar dan pindah kerja tanpa sepengetahuan PT tempat mereka terikat kontrak kerja. 

“Setelah dapat majikan, ternyata pindah tempat kerja tanpa sepengetahuan PT, ini juga bisa disebut ilegal. Atau pindah agen tanpa pemberitahuan,” terang Yoyok sapaan akrabnya.

“Kalau berapa jumlah TKI ilegal, hanya Tuhan yang tahu. Namun sepanjang tahun 2017, kita mendata ada 2933 orang TKI yang berangkat ke luar negeri,” urainya.

Lebih lanjut, dari jumlah sebanyak itu, para TKI asal Kabupaten Malang di tahun 2017 mengadu nasib di 8 Negara (Asia Pasific). Mereka sudah ter ID secara sistem Disnaker Kabupaten Malang dengan jumlah pekerja disektor formal sebanyak 322 orang.

Sedangkan TKI asal Kabupaten Malang yang meninggal dunia di luar negeri seperti Taiwan, Hongkong, Malaysia dan Timur Tengah, sepanjang tahun 2016 sampai 2017 sebanyak 12 orang.”Ke 12 TKI ini meninggal dunia di luar negeri. Ada yang sakit dan kecelekaan pada saat bekerja,” paparnya.

Masih kata Yoyok,”untuk melindungi seluruh TKI, Disnaker Kabupaten Malang meminta para pekerja tidak berangkat ke luar negeri secara ilegal. Proses pendataan memakai sistem aplikasi online seperti menggunakan E-KTP, dirasa sangat menguntungkan. Sehingga, bisa meminimalir terjadinya pemalsuan identitas bagi TKI.

“Kita juga mengeluarkan ijin untuk petugas perekrut calon TKI atau PL. Petugas PL harus ada ijinnya dari Disnaker, bulan depan hal itu akan kita sosialisasikan,”pungkas Yoyok mengakhiri obrolannya. (YAH).