Promosikan KWB, “Batu Skate” Butuh Dukungan dari Pemkot Batu

Komunitas Batu Skate
Komunitas Skaters “Batu Skate”, saat sesi foto bersama usai latihan di taman Balaikota Among Tani. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

MALANG NEWS – Batu Skate merupakan wadah bagi para skaters di Kota Batu. Komunitas yang eksis sejak 2004 ini lahir dari kesamaan minat, rutinitas latihan dan berkumpul para anggotanya. Mengingat usia yang sudah menginjak 25 tahun, tak heran jika anggota komunitas ini telah mencapai lebih dari 100 orang. Mereka terdiri dari kalangan remaja, mahasiswa, dewasa bahkan sampai ada yang sudah berkeluarga.

Ketua Batu Skate, Vinsensius Yuangga Prasetya (22) menjelaskan, bahwasanya komunitasnya ini berkembang seiring dengan kepopuleran skateboard yang terus meningkat dalam beberapa tahun.

“Awalnya hanya sedikit, sekitar 7-10 orang anggotanya. Tapi seiring bertambahnya waktu dan berkembangnya olahraga skateboard di Kota Batu, secara otomatis anggota juga terus bertambah. Terlebih saat kita sering mengadakan even,” jelasnya kepada Malang News, Selasa (20/8/19) malam.

Untuk mengasah skill dan teknik bermain skateboard, para skater yang tergabung dalam komunitas Batu Skate sering melakukan latihan bersama. Biasanya, mereka mulai latihan pada sore hingga malam hari di taman Balaikota Among Tani.

“Kami menilai kegiatan ini positif. Sebab dengan skateboard, kita dapat melatih mental. Ini berguna kala kita dihadapkan dengan situasi sulit. Selain itu, di sini juga kita bisa melatih kesabaran dengan mempelajari trik bermain skateboard yang tidak mudah,” ungkap Angga yang mengaku pria asli kelahiran Batu.

Sebagai sebuah komunitas, Batu Skate juga merasa terpanggil untuk mempromosikan Kota Wisata Batu melalui olahraga skateboard.

Dipaparkan Angga, beragam aktivitas tersebut adalah kunjungan ke komunitas skateboard lain, dengan memperkenalkan taman Balaikota Among Tani untuk latihan bersama.

“Kami juga melakukan kunjungan ke komunitas skateboard lain, dengan memperkenalkan spot taman Balaikota Among Tani untuk bermain bersama. Komunitas kami juga sering kedatangkan skaters dari luar negeri, tepatnya skater dari Perancis, itu pada saat kita menggelar even di Kota Batu,” ujarnya.

Salah satu anggota Batu Skate, Argo Handoko (20) mengatakan, pernah berkirim proposal ke Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Batu, untuk meminjam tempat di taman Balaikota Among Tani.

“Tapi tidak pernah ada tindak lanjut maupun balasan, malah dapat izin dari Dinas Perhubungan Pemkot Batu,” ucap Argo yang juga mahasiswa UMM ini.

Ia mengaku, para anggotanya kerap menjuarai berbagai even maupun kejuaraan skateboard di beberapa kota di Indonesia.

“Ya, salah satunya skateboard Kick Fest ID, Loop Simpati arena di Kota Malang dan KWB Extrem Sport. Teman-teman di komunitas Batu Skate sering menjuarai berbagai even. Malah salah satu anggota kita bisa mengalahkan skater dari Prancis,” bebernya.

Iapun juga berharap, agar Pemkot Batu dapat merespon dan mendukung dalam mewadahi komunitas Batu Skate untuk ikut serta memajukan Kota Wisata Batu melalui olah raga ekstrem skateboard.

“Tentunya harapan kami, dengan semakin banyaknya anggota Batu Skate untuk turut serta menambah daya tarik pariwisata. Khususnya, pada olah raga ekstrem sport agar menarik hati para wisatawan untuk berkunjung ke Kota Wisata Batu,” pungkasnya.

Pewarta: Eko Sabdianto

Editor: Andi Rachmanto

Publisher: Andri Priyo Utomo