Polres Batu Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkoba

Kapolres Batu
Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, S.I.K., M.Si didampingi Kasat Narkoba Iptu Yussi Purwanto, S.H., M.H dan Kasubag Humas Ipda Ivandi Yudhistiro saat Konferensi Pers ungkap kasus peredaran Narkoba. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

MALANG NEWS – Dalam waktu satu bulan Polres Batu berhasil mengungkap kasus peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di wilayah hukum polres setempat.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, S.I.K., M.I.K, didampingi Kasat Narkoba Iptu Yussi Purwanto, S.H., M.H, menyampaikan hasil pengungkapan kasus Narkoba yang dirilis Senin (7/10/19) siang.

Hasil ungkap kasus sebagaimana yang dimaksud dalam tempo kurun waktu hampir sebulan, yakni mulai 9 September sampai dengan 7 Oktober 2019.

“Dalam kurun waktu satu bulan ini, kami berhasil mengungkap kasus Narkoba sebanyak sepuluh kasus dengan limabelas orang tersangka. Mereka terdiri atas tiga tersangka pengedar, empat tersangka kurir, dan sisanya delapan tersangka pemakai,” ungkap Kapolres Batu saat Konferensi Pers di Mapolres Batu, Jalan AP III Katjoeng Permadi, No.16, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Ia jelaskan, total barang bukti (BB) yang berhasil diungkap berupa sabu-sabu seberat 48,22 gram.

“Dari sepuluh kasus narkotika dengan limabelas tersangka dan mengamankan barang bukti seberat 48,22 gram sabu. Dari laporan polisi yang kami ungkap ini apabila dikonversikan dalam rupiah mencapai enampuluh juta rupiah,” terang alumnus Akpol angkatan 2001 itu.

Mantan Kasubdit Regident Dirlantas Polda Jatim ini menambahkan, pada konteks yang dimaksud Polres Batu berhasil menyelamatkan sebanyak 241 orang generasi muda dari bahaya peredaran Narkoba, dengan asumsi satu gram sabu ini bisa dikonsumsi sampai dengan lima orang.

“Alhamdulillah, ini prestasi yang cukup membanggakan dari Satreskrim Narkoba Polres Batu, karena dalam kurun waktu satu bulan ini sudah menyelamatkan sebanyak 241 orang generasi muda dari bahaya Narkoba,” ucap Kapolres.

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Batu, Iptu Yussi Purwanto, S.H., M.H, menjelasakan kronologis tersebut. Tersangka AM pada 30 September sekira Pukul 16.00 WIB, berada di lokasi Jalan Raya Giripurno, Desa Lajar, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

“Tersangka sudah kami TO (Target Operasi). Pada saat di lokasi kami lakukan penangkapan dan terdapat barang bukti tiga poket kecil sabu seberat 0,35 gram, kemudian satu poket sedang sabu seberat 40, 55 gram. Jadi selain jumlah sabu poket besar juga ada yang kecil dan seperangkat alat untuk nyabu,” papar Yussi.

Tak hanya itu, lanjut Iptu Yussi, tersangka AM (45) memiliki dan menguasai tiga poket sabu yang terbungkus klip plastik bening dimasukkan dalam kotak “cotton bud”.

“Dan pada saat dilakukan pengembangan di rumah yang bersangkutan ditemukan poket yang besar,” ungkapnya.

Iptu Yussi beberkan, TKP terpencar ada di beberapa lokasi yang berbeda.

“Di antaranya, di Bumiaji, Sekar Putih Junrejo, Pujon, Sanggrahan, Temas, Pendem, Songgoriti, Pandanrejo, dan Stadion Brantas,” paparnya.

Pada prinsipnya, kembali lagi Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, S.I.K., M.I.K, mempertegas, Polres Batu menyatakan perang terhadap Narkoba. Tidak ada alasan apa pun untuk mentolelir Narkoba.

“Kami semua perang terhadap Narkoba, termasuk berbagai usaha pencegahan (preventif). Selain anggota Satresnarkoba, kami juga ada anggota Binmas yang melakukan sosialisasi penyuluhan – penyuluhan, dan bekerja sama dengan BNN Kota Batu ke tempat – tempat wisata, perhotelan dan hiburan malam karaoke. Di sini bahwa kami menyatakan sikap tegas, untuk tidak ada sikap toleransi sedikit pun terhadap peredaran maupun penyalah gunaan terhadap Narkoba,” tegas Kapolres.

Kendati demikian, imbuh Kapolres, dari 15 tersangka yang tertangkap itu berusia mulai dari 18-47 tahun.

“Masing-masing tersangka kita dijerat dengan pasal yang berbeda pula. Untuk 12 tersangka pengguna dan kurir dijerat Pasal 112 dengan ancaman hukuman penjara 4-12 tahun. Sedangkan untuk tiga pengedar dijerat dengan pasal 114 dengan hukuman 4-20 tahun,” tandas Kapolres Batu.

Pewarta: Eko Sabdianto

Editor: Andi Rachmanto

Publisher: Andri Priyo Utomo