Polres Batu Gelar Apel Pergeseran Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Mantap Brata Semeru

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, S.I.K., M.Si, didampingi Walikota Batu Dewanti Rumpoko dan Wakil Walikota Batu Punjul Santoso, saat tengah mengecek kesiapan anggota.
Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, S.I.K., M.Si, didampingi Walikota Batu Dewanti Rumpoko dan Wakil Walikota Batu Punjul Santoso, saat tengah mengecek kesiapan personil.

MALANG NEWS – Dalam rangka menjelang Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019, Polres Batu menggelar Apel Pergeseran Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Mantap Brata Semeru 2018, bertempat di halaman Balai Kota Among Tani, Pemkot Batu, Selasa (16/04/19).

Hadir Dalam Apel tersebut Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Walikota Batu Punjul Santoso, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, Kajari Batu, Ketua KPU Kota Batu, Bawaslu, SKPD, Kapolsek dan DANRAMIL, Ketua parpol.

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, S.I.K., M.Si dalam amanatnya mengatakan, bahwa kehidupan demokrasi di Indonesia telah memberikan peluang kebebasan bagi masyarakat untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat yang dijamin oleh konstitusi, serta memberikan hak politik yang luas untuk terlibat dalam konsep pemerintahan.

“Sehubungan dengan hal tersebut, di mulai dari tahapan transisi demokrasi dan melakukan pembelajaran pada tiap-tiap prisnsip demokrasi, salah satunya melalui penerapan dan pematangan hak kehidupan dalam berdemokrasi,” kata Buher sapaan akrabnya.

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, S.I.K., M.Si, saat membacakan amanat pada Apel Pergeseran Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Mantab Brata Semeru
Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, S.I.K., M.Si, saat membacakan amanat pada Apel Pergeseran Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Mantab Brata Semeru.

Pada Apel Pergeseran Pasukan tersebut, ada beberapa pesan yang disampaikan oleh Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto untuk dipedomani dan dilaksanakan.

“Pertama, siapkan mental dan fisik dengan dilandasi komitmen moral dan disiplin percaya diri dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Kedua, melakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelegent untuk mengetahui fenomena yang ada di masyarakat, sehingga setiap permasalahan yang mengganggu jalannya pemilu presiden dan wakil presiden serta pemilu legislatif dapat di antisipasi sedini mungkin dan tidak menyebabkan dampak yang luas,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan ini.

Alumnus Akpol 2000 ini juga menambahkan, bahwasanya personil petugas kepolisian dalam mengamankan tidak diperkenankan masuk ke dalam ruang TPS.

“Ketiga, personil pengamanan TPS hanya bertugas mengamankan lokasi, kepolisian tidak berwenang untuk masuk dalam ruangan lokasi TPS, kecuali diminta kelompok penyelenggara pemungutan suara. Keempat, anggota POLRI yang bertugas mengamankan di TPS harus datang lebih awal dan cek kesiapan TPS dan koordinasikan kembali untuk mengetahui hambatan yg terjadi di KPPS. Dan yang kelima, melakukan koordinasi keamanan dengan linmas dengan komponen pendukung lainnya yang mendukung di TPS,” pungkasnya.

Pewarta : Eko Sabdianto

Editor : Andi Rachmanto

Publisher : Andri Priyo Utomo