Penertiban Pedagang Takjil Suhat Terkesan Tebang Pilih

Suasana Pasar Ramadhan di Jl. Sukarno – Hata (Foto : Doc.Google)

MALANG-NEWS.COMKOTA MALANG – Pasca penertiban pedagang takjil di Jl. Sukarno – Hatta, para pedagang yang diusir mendatangi DPRD Kota Malang untuk mencari solusi atas ketidakadilan yang mereka rasakan, Jum’at (10/5).

Pasalnya setelah mereka diusir, tetapi ada pedagang lain lagi yang berjualan ditempat sama.

“Kalau seperti ini bisa jadi kami diserobot, atau pemerintah tebang pilih. Kami paham bahwasanya berjualan di trotoar memang dilarang, dan penertiban kali ini merupakan salah satu dampak dari penolakan warga RW 16. Tapi kami berjualan pada pasar Ramadhan sejak 2005, setidaknya kami mendatangi DPRD kali ini agar dapat menemukan solusi. Entah direlokasi kedalam kawasan Taman Krida ataupun ada kontribusi kami siap”, pungkas Didik kepada awak media.

Perlu diketahui penertiban pedagang takjil kali ini merupakan butut atas penolakan warga RW 16. Dan kedatangan para pedagang dengan harapan dapat bertemu perwakilan warga serta bisa mendapatkan solusi atas polemik yang terjadi saat ini.

Sementara itu Sugiono selaku Sekertaris Kimisi D DPRD Kota Malang menyampaikan, sebagaimana aturan yang ada bahwasanya berjualan di jalan dan bahu jalan tidak diperbolehkan. Larangan itu tertuang dalam Perda Kota Malang nomor 2 Tahun 2012.

“Dewan pun tidak bisa berbuat banyak, karena telah ada peraturan yang mengikat yaitu berupa Perda. Namun di sisi lain, kita harus memperhatikan para pedagang takjil Pasar Ramadhan serta adanya upaya lain untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Perihal semisal pedagang dipindah kedalam kawasan Taman Krida saya sepakat saja, selama pedagang tetap memperhatikan kebersihan serta sarana fasilitas umum yang ada”.(And)