Patung Polisi Promoter, “Membumikan” Polisi Humanis

Patung Polisi Promoter
Patung Polisi Promoter di pintu masuk tol mapan (Malang-Pandaan), tepatnya di Karanglo.

MALANG NEWS – Promoter singkatan dari Profesional, Modern, Terpercaya, adalah buah pikir Kapolri, Jenderal Pol. Tito Karnavian. Promoter itu hendak “dibumikan” (diabadikan) di Kabupaten Malang. Lahirlah ide cemerlang Kapolres AKBP Yade Setiawan Ujung. Bikin patung!

Ide Pak Ujung, demikian sapaan akrab Kapolres Malang, akhirnya dikonkretkan. Dibangunlah “sesosok” patung polisi Promoter. Boleh jadi, sekaligus dimaksudkan sebagai pemantapan program “77 Unggul” yang telah ia “bumikan” sebelumnya di jajaran Polres Malang.

Motif yang membalut niat Pak Yade membangun patung polisi Promoter itu, antara lain, memang untuk mengingatkan jajaran anggota Polri, khususnya di Malang Raya. Intinya, setiap anggota Polri harus bersikap humanis, dekat dengan masyarakat dalam melaksanakan tugasnya di lapangan.

Menurut Kapolres Malang, polisi humanis saat ini sudah menjadi “mindset” bagi sebagian besar anggota Polri. Meski, jujur saja, terkadang sulit mendapatkan gambaran sebenarnya ihwal polisi humanis itu seperti apa faktualnya.

“Misal, ketika polisi banyak senyum kepada masyarakat, ketika polisi mengacungkan jempol sebagai pujian kepada pengguna jalan yang tertib berlalu lintas, ketika polisi santun menyapa, ketika tanpa pamrih membantu warga, atau ketika petugas piket menerima masyarakat (tamu) dengan ramah. Hal-hal seperti itu bisa jadi diartikan sebagai sikap polisi humanis,” tutur Pak Ujung kepada jurnalis, Rabu (14/8/2019).

Sikap humanis itu sebenarnya sudah dijabarkan dalam Al Quran. Misal, dalam ayat Al Quran, surat Ali Imran ayat 159 dijelaskan, bahwa “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu”.

Patung polisi Promoter dibangun di pintu masuk tol Mapan (Malang-Pandaan), tepatnya di Karanglo. Keberadaan patung itu sekaligus memperindah taman kota di pintu ke luar-masuk wilayah Kabupaten Malang di belahan utara.

“Ke luar tol langsung disambut patung polisi Promoter tersenyum,” kata pamen Polri dengan dua “melati” di pundaknya itu.

Secara psikologis, menurut Pak Ujung, dengan berdirinya patung polisi Promoter itu diharapkan budaya tertib berlalu lintas semakin lebih baik.

“Budaya tertib berlalu lintas terjadi di Kabupaten Malang. Itu harapan saya ke depan,” tandasnya dalam nada berharap.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang, Drs HM Sanusi, menyatakan mengapresiasi realisasi pembangunan patung tersebut oleh Polres Malang.

“Patung Polisi Promoter tersenyum itu akan menjadi ikon baru Kabupaten Malang,” katanya. Politisi PKB ini sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Malang.

“Terima kasih Pak Kapolres, sudah membangun patung polisi Promoter di taman kota pintu tol Mapan, di Karanglo, serta program-programnya yang luar biasa untuk Kabupaten Malang,” tutur Plt Bupati Malang.

Pewarta: Eko Sabdianto

Editor: Andi Rachmanto

Publisher: Andri Priyo Utomo