Ormas PP Kota Batu Minta TNI – Polri Tindak Tegas Perusuh

Ketua MPC PP Kota Batu, H. Endro Wahyu Wijoyono, S.Kom, saat diwawancarai oleh para awak media. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
Ketua MPC PP Kota Batu, H. Endro Wahyu Wijoyono, S.Kom, saat diwawancarai para awak media. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

MALANG NEWS – Pemilu 2019 telah usai beberapa waktu lalu, namun masih ada sejumlah pihak yang merasa belum puas atas hasilnya. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya sengketa yang digulirkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam kontestasi pilpres, ada gugatan yang dinaikkan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo – Sandi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak Termohon/Tergugat.

Sedangkan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Jokiwi – KH Ma’ruf Amin, meski bukan Termohon/Tergugat, namun dapat dipastikan bakal berposisi sebagai Pihak Terkait.

Persidangan di MK tersebut akan berlangsung mulai 14 Juni 2019, selama 14 hari masa sidang. Dengan demikian amar putusan sembilan hakim MK akan dijatuhkan pada 28 Juni 2019. Putusan MK bersifat final dan mengikat. Artinya, tidak ada upaya hukum banding, apalagi kasasi.

Menyikapi akan berlangsungnya persidangan di MK tersebut, beberapa tokoh masyarakat (tomas) Kota Batu berharap TNI dan Polri bertindak tegas bila sampai terjadi kerusuhan yang berpotensi mengacaukan negara.

Unkapan tersebut disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Batu, Endro Wahyu Wijoyono, S.Kom, pada Senin (10/6/2019).

“Demi kedamaian pemerintahan, maka Polri dan TNI bertindak tegas menolak rusuh, karena mereka bagian garda terdepan dalam pengamanan negara. Kami sangat menolak adanya kerusuhan dalam proses persidangan di MK,” kata H. Endro Wahyu Wijoyono, S.Kom.

Abah Hendro, demikian sapaan akrabnya, sangat berharap kepada aparat penegak hukum agar menindak tegas siapa pun pelaku kerusuhan.

“Gugatan tersebut sedang berproses di MK, maka kita semua harus menunggu hasil keputusan dari MK. Masyarakat pun juga jangan mau terpecah belah karena hasutan atau fitnah-fitnah yang sedang digulirkan sehingga mengusik kedamaian negara kita,” pungkas dia.

Pewarta : Eko Sabdianto

Editor : Andi Rachmanto

Publisher : Andri Priyo Utomo