“Melegenda” Warung Sidik, Sajikan Masakan Khas Jawa

Ainun Chamnah, saat melayani pesanan pembeli di Warung Sidik. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
Ainun Chamnah, saat melayani pesanan pembeli di Warung Sidik. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

MALANG NEWS – Kota Wisata Batu memang menjadi andalan bagi segudang wisatanya. Pasalnya, ada berbagai wisata yang menarik untuk dikunjungi, seperti wisata museum, alam hingga wahana permainan yang spektakuler.

Namun, anda harus tahu, bahwa di Kota Batu juga mempunyai pesona kulinernya yang unik dan khas. Salah satu yang menarik adalah Warung makan Sidik. Lokasinya yang terletak di Jalan Agus Salim No.47 Kota Batu ini selalu dipadati para pecinta kuliner, khususnya masakan jawa.

Lokasinya yang berada di jalur padat Kota Batu menyebabkan anda harus bersabar untuk parkir. Warung Sidik merupakan warung yang bisa dikatakan tua di Kota Batu. Konon Warung Sidik sudah melegenda dan turun temurun hingga beberapa generasi bahkan hingga ke anak cucu.

Sajian warungnya terkesan seperti warung Tegal, dengan suguhan piring dan lauk di almari kaca. Namun, rasanya memang memberikan pesona kuliner Jawa Timur yang asin pedas.

Jika Anda beruntung, kadang ada sajian orkes keroncong yang tampil di pelataran warung untuk menghibur anda. Orkes pun bukan sembarang orkes, karena menampilkan pemain musik yang hampir semua anggotanya sudah uzur.

Anda pun dapat request meminta lagu keroncong yang anda sukai. Sambil makan kuliner nasi di Warung Sidik, anda akan diiringi tetembangan keroncong yang mengasyikkan.

Kini Warung Sidik dikelola oleh generasi ketiga, yakni Ainun Chamnah (44) beserta kedua adiknya yang kesemuannya cucu dari pemilik yang telah turun temurun hingga generasi saat ini.

“Sajian makanan yang dihidangkan walaupun umum masakan Jawa Timur, namun mempunyai cita rasa yang khas. Ada nasi rawon, pecel, gudeg, ayam, hingga krengsengan, namun senantiasa dipadu dengan kekhasan sambal kentang yang pedas,” tuturnya kepada Malang News. Kamis (22/11/18).

Warung Sidik memang sudah melegenda, sehingga tak jarang anda harus antri dan bersabar untuk menikmati sajian nasi ramesannya yang khas ini.

Bagi Inun sapaan akrabnya, mengaku telah lama bergelut dibidang masakan kuliner hingga ketiga generasi, bahkan sejak di tingkat Sekolah Dasar (SD).

“Ya sudah hampir 60 tahunan Warung Sidik ini berdiri, bahkan sejak dari eyang, dan saya cucu pertama dari eyang. Saya mengenal kuliner bahkan dari kecil yakni sejak SD,” terang Inun yang juga penyanyi dan musisi era 90 an ini.

Para pelangan, saat tengah mengantri di Warung Sidik menunggu pesanan. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
Para pelangan, saat tengah mengantri di Warung Sidik menunggu pesanan. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

Tak hanya itu, dirinya juga menambahkan, sejak kecil memang biasa berkecimpung dengan kuliner. Bahkan, ia juga pernah berjualan es yang mangkal di trotoar seberang Warung Bethania sebelum ada De Duwa.

“Saya dulu juga pernah berjualan es dan roti bakar, jauh sebelum ada De Duwa. Dulukan masih Batu Gallerya yang kosong, saya biasa mangkal di situ, dan juga jualan tempura di depan pintu masuk Plaza Batu,” terang dia.

Berangkat dari kesederhanaan itu, Inun sapaan akrabnya menjadi merasa lebih dekat dengan kalangan bawah dan pedagang – pedagang kecil yang utamanya PKL.

Dengan didorong oleh suami, keluarga serta para sahabatnya dirinya memberanikan diri maju sebagai salah satu Caleg anggota DPRD Kota Batu.

“Bentuk dukungan dari keluarga adalah komitmen yang artinya, jangan menjadi orang lain dan tetaplah menjadi diri sendiri. Serta selalu berkarya untuk Indonesia, harus jujur bijaksana dalam mengemban amanah rakyat dan mensejahterahkan masyarakat Kota Batu,” ungkapnya.

Jika terpilih, Inun bakal menyisihkan sebagian dari gajinya untuk masyarakat dalam bentuk pembinaan dan pemberdayaan lapangan pekerjaan kepada masyarakat Kota Batu pada khususnya.

“Ya intinya memberdayakan masyarakat Kota Batu dengan mengajarkan keahlian sesuai dengan bidang dan skil masing – masing. Selain itu saya menampung aspirasi dari masyarakat jika membutuhkan, sekaligus merubah minset politik jahat menjadi politik asik, yang kesemuannya itu tidak hanya janji – janji saja, tanpa adanya pembuktian. Akan tetapi dengan syarat semua harus mau bekerja keras,” tutupnya.

Pewarta : Eko Sabdianto

Editor : Andi Rachmanto

Publisher : Andri Priyo Utomo