Mbois! Begini Program Desa Tulungrejo, Jadikan Coban Talun Sebagai Wisata Edukasi

Kepala Desa Tulungrejo Suliono, saat tengah menyambut kedatangan rombongan dari SMA 7 dari Surabaya. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
Kepala Desa Tulungrejo Suliono, saat tengah menyambut kedatangan rombongan dari SMA 7 dari Surabaya. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

MALANG NEWS – Salah satu program desa yang patut di tiru dan di terapkan oleh desa lainnya adalah wisata edukasi desa. Seperti halnya program kerja dari Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini contohnya.

Betapa tidak, dengan memanfaatkan sekaligus mempromosikan desa kepada khalayak umum, utamanya pengunjung maupun wisatawan yang tengah berlibur ke Kota Batu. Kepala Desa Tulungrejo membuat terobosan program kerja baru. Salah satunya dengan mengajak para siswa dan siswi untuk memperkenalkan potensi wisata desa yang ada di Tulungrejo.

Menurut Suliono, salah satu tempat yang di tuju diantaranya, wisata petik apel, peternakan kelinci, industri jamur dan yang terakhir Coban Talun.

“Ya, kita hari ini kedatangan rombongan 12 bus yang terdiri dari 600 murid dari SMA 7 Surabaya. Kita sengaja mengajak para siswa dan siswi untuk mengenalkan potensi wisata desa yang ada di Desa Tulungrejo,” kata Suliono. Selasa (30/10/18) kepada malangNEWS.

Lanjut Suliono, berlibur sekaligus belajar itu seru. Sebab, tidak hanya bersenang-senang saja, ketika sedang berlibur pasti juga ingin mendapatkan hal yang positif bukan? Tentu saja hal tersebut bukan tidak mungkin terjadi.

“Kawasan wisata Coban Talun merupakan jawabannya. Di wahana wisata ini mereka bisa menikmati kesenangan liburan sekaligus belajar dengan hal-hal yang baru. Alasanya, tempat wisata di sini menawarkan wahana dan layanan menarik untuk dikunjungi. Ya salah satunya Cafe Oyot ini,” pungkasnya.

Para pengunjung, saat tengah membeli tiket masuk ke Wahana Wisata Oyot di Coban Talun. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
Para wisatawan atau pengunjung, saat tengah membeli tiket masuk ke Wahana Wisata Oyot di Coban Talun. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

Sementara itu, Supriyanto salah satu pengelola Cafe Oyot menambahkan, dengan adanya kunjungan ini bisa meningkatkan pendapatan PAD desa, dan otomatis dapat memberikan kontribusi ke desa.

“Dengan adanya kunjungan ini kita bisa menjual suasana wisata yang ada di Coban Talun. Sebab selain sejuk dan udaranya segar di tempat ini terdiri dari 9 wahana yang layak di kunjungi. Ya, seperti Coban Talun, Ayunan, Oyot, Pagupon, Apache Camp, Alas Pinus, Taman Bunga, Rumah Terbalik dan yang terakhir Goa Jepang,” tutur Doyok sapaan akrabnya.

Lanjut Supriyanto, untuk tiket masuknya setiap wahana berkisar 5 ribu dan 10 ribu saja.

“Kalau di oyot kita punya beberapa spot, diantaranya Foto Selfie, Dam Cinta. Dam ini serasa kita berada seperti di Air Terjun Niagara yang di luar negeri. Selain itu, di tempat ini juga ada Sepera Udara, kalau untuk yang di bawah ada Bebek Onthel. Bagi pengunjung maupun wisatawan yang menyukai wisata yang memacu adrenalin, kita punya ATV atau Mini Trail. Tak hanya itu, di sini kami juga menyediakan Mobil Jeep untuk wisata adventurenya. Kata dia.

Salah satu pengunjung atau wisatawan, saat tengah berfoto di Pondok Oyot. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
Salah satu pengunjung atau wisatawan, saat tengah berfoto di Pondok Oyot. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

Saat di tanya sejarah awal berdirinya oyot, Supriyanto lebih lanjut menjelaskan.

“Kita terinspirasi dari melihat suasana ramainya pengunjung di Coban Talun. Lalu terbesit membuat oyot, dan itu sebetulnya kita merubah pola pikir warga di Talun (RW 15). Karena warga mempunyai pemikiran kalau tidak menanam maka, tidak bisa makan. Berangkat dengan hal itulah, maka dengan kita melihat lingkungan, kami ingin melestarikan juga, ya salah satunya dengan cara membuka lapangan wisata baru,” beber Supriyanto.

Dirinya juga berharap utamanya kepada pengunjung maupun wisatawan, agar selalu turut berpartisipasi dan mau menjaga serta peduli kepada pelestarian lingkungan.

“Kepada wisatawan maupun pengunjung, dengan adanya oyot ini, kita memprioritaskan Kenyamanan, Keamanan dan Keindahan (K3). Dan kepada masyarakat kita ingin agar masyarakat sekitar dapat sejahtera, khususnya RW 15 serta masyarakat Desa Tulungrejo pada umumnya,” tutup dia.

Pewarta : Eko Sabdianto

Editor : Andi Rachmanto

Publisher : Sofyan Adi Candra