Kepsek SMAN 2 Malang: 2 Orang Mengaku dari Media Ambil Ijazah Adiknya

Jalan Laksamana Martadinata, No.84, Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
SMA Negeri 2 Malang, Jalan Laksamana Martadinata, No.84, Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

MALANG NEWS – Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Malang, Drs Hariyanto, MPd, mengklarifikasi soal publikasi tentang pihaknya diwartakan telah “menahan ijazah siswa”. Publiksasi dimaksud dirilis oleh sebuah media online.

Pasalnya, pada publikasi tersebut tidak mencantumkan narasumber dari kepala sekolah dan komite. Sehingga, pemberitaan yang di maksud seolah-olah mendiskreditkan pihak sekolah. Terlebih lagi, pemberitaan itu tidak benar.

“Terus terang pemberitaan itu tidak benar, dan itu sangat merugikan. Sebab, pihak sekolah tidak pernah sekalipun menahan ijazah,” jelasnya.

Iapun menceritakan ihwal kronologis soal tiba-tiba ada berita yang di nilai sangat merugikan pihak SMAN 2 Kota Malang tersebut.

“Waktu itu ada dua orang laki-laki yang mengaku dari media. Yang satu orang, tanpa ke resepsionis langsung menuju ruang Tata Usaha (TU) menemui petugas (Mas Afris Pahlevi). Saat ditanya, katanya mau ambil ijazah adiknya, dan dia juga bertanya katanya adiknya masih punya tanggungan,” kata Hariyanto melalui keterangan tertulisnya, Selasa (29/7/19).

Ditambahkan olehnya, lalu tanpa pertanyaan lagi kedua orang tersebut meninggalkan sekolah, dan tiba-tiba muncul berita yang ia nilai sangat merugikan.

“Ternyata, saat kami cross check kedua orang itu mau mengambil ijazah adiknya. Ya, otomatis tidak kami berikan. Karena aturan dari sekolah, bahwa yang berhak mengambil haruslah orang tua dari murid yang dimaksud. Dan lagi yang perlu diketahui, ijazah tersebut dari tahun 2017 lalu. Jadi, kami tidak pernah menahan ijazah,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Malang, Drs Hariyanto, MPd. Foto: Dok Pribadi.
Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Malang, Drs Hariyanto, MPd. Foto: Dok Pribadi.

Hariyanto menandaskan, jika mengacu kepada profesi jurnalistik, seharusnya ada narasumber yang berkopenten. Agar berita tersebut berimbang.

“Seharusnya konfirmasi kepada kepala sekolah maupun komite sekolah. Jadi, beritanya harus “cover both side” (berimbang). Alumni SMAN 2 Malang ini juga ada yang bekerja sebagai jurnalis,” terang dia.

Terkait dengan pemberitaan tersebut, Hariyanto mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang dan Kota Batu.

“Jika tetap diberitakan yang tidak berimbang, maka kami bakal menempuh jalur hukum dan melaporkan kedua penulis berita tersebut kepada dewan pers,” pungkasnya.

Pewarta : Ardianto Rakya

Editor : Eko Sabdianto

Publisher : Andri Priyo Utomo