Kane Ilakes! Ayam Goreng Punden Kota Batu

Fahrul Rozi, Pemilik Warung Ayam Goreng Punden, saat tengah melayani pembeli yang datang dari luar kota. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
Fahrul Rozi, Pemilik Warung Ayam Goreng Punden, saat tengah melayani pembeli yang datang dari luar kota. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

MALANG NEWS – Berlibur ke Kota Wisata Batu tak lengkap rasanya jika belum mampir ke Ayam Goreng Punden. Bagi pecinta kuliner, Ayam Goreng Punden sudah tak asing lagi kedengarannya. Sebab, selain harga yang ditawarkan murah meriah, bahkan juga sangat terjangkau. Sambal yang disajikanpun juga tak kalah sedapnya.

Sejak dibuka pada 2017 lalu, Warung Ayam Goreng Punden tersebut selalu ramai pengunjung. Rata-rata mereka (pengunjung) tak hanya datang dari Kota Batu saja. Melainkan, juga dari luar kota Batu, seperti Surabaya, Malang, Sidoarjo dan Mojokerto.

Menurut pemilik Warung Ayam Goreng Punden, Fahrul Rozi (29) cita rasa di warungnya sangat berbeda dengan kebanyakan lalapan ayam goreng lainnya. Selain itu, pengunjung yang datang ke warungnyapun tak hanya dari Kota Batu, melainkan juga dari luar kota.

“Karena disini kami menyajikan Sambal khas Punden yang telah turun temurun tanpa mengubah cita rasa. Selain itu, pengunjung atau pecinta kuliner dapat langsung makan di tempat. Kami juga melayani pemesanan via GoFood powered by Gojek. Pengunjung disini kebanyakan dari luar Kota Batu, beberapa diantaranya wisatawan yang sekedar ingin merasakan,” tutur pemuda yang pernah menjadi Cock Helper di O³ Circuit Cafe. Kamis (28/2/19).

Pria lajang asli Kota Batu ini juga menambahkan, menu dan racikan yang dihidangkan amat terjaga serta tak mengurangi cita rasa dan porsinya.

“Menu yang spesial disini Ayam Potong Goreng dan Ayam Kampung Goreng, dipadukan dengan sambel Khas Punden (perpaduan cabe merah dan cabe hijau), ayam goreng disini semua berasal dari ayam kampung dan ayam potong. Pengunjung bisa memilih potongan ayam ukuran 1/4 ekor, atau bagian kepala, hati dan ampela ayam,” imbuh pria yang masih single ini.

Sekilas penampakan Warung Ayam Goreng Punden ini cukup sederhana, dengan sentuhan cat berwarna hijau pupus. Meja dan kursi juga terbuat dari kayu seperti warung makan pada umumnya.

Sedapnya ayam kampung di sini dipengaruhi dari sejak pemilihan ayam hingga teknik bumbu. Ayam kampung yang dipilih usianya cukup muda. Lazimnya ayam kampung hidup hingga setahun lebih, sedangkan di Ayam Goreng Punden ini menggunakan ayam usia tiga bulan.

Ayam kampung muda tersebut dibumbui kuning, bawang putih, tumbar, kemiri, jahe dan rempah, lalu diungkep. Inilah cara membumbui yang konon menjadi kunci kelezatan ayam sebelum digoreng.

“Kami menyajikan sepiring hidangan ayam goreng punden dengan nasi putih, kemangi, salad, lalapan, dan sambal. Sedangkan sambal yang menjadi andalannya yakni sambal khas punden. Satu porsi ayam goreng punden dengan lalapan bisa dibeli seharga Rp 16.000 untuk ayam kampung, dan untuk ayam potongnya seharga Rp 13.000,” tutup Ozi Gozienk sapaan akrabnya.

Para pengunjung, saat tengah menikmati Ayam Goreng Punden. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
Para pengunjung, saat tengah menikmati Ayam Goreng Punden. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

Sementara itu, Blasius Suratno (37) wisatawan asal Kota Surabaya mengatakan, Ayam Goreng Punden sangat nikmat dan tergolong harga yang ditawarkan juga murah.

“Ayamnya goreng disini rasanya sangat enak dan gurih. Selain itu, yang tak kalah sedapnya adalah Sambalnya khas Punden yang sangat berbeda dari yang lain. Tak hanya itu, porsinyapun juga tergolong cukup banyak, serta harganya pun juga terjangkau,” ungkap Blasius yang mengaku datang bersama keluarganya ini.

Warung Ayam Goreng Punden Kota Batu, buka mulai pukul 16.00 WIB sore hingga 02.30 dini hari.

Bagi yang penasaran ingin mencoba, bisa langsung datang ke Jalan Kelud, Gang Punden, No.3, RT. 1, RW 11, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Pewarta : Eko Sabdianto

Editor : Andi Rachmanto

Publisher : Andri Priyo Utomo