Hotel Ubud Yakin, Laporan ke Ombudsman “Salah Alamat”

Bakal Megah: Keberadaan Hotel Ubud berlokasi di Jalan Raya Oro-oro ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu yang proses pembangunannya di berhentikan Pemkot Batu karena tak kantongi IMB. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS.
Bakal Megah: Keberadaan Hotel Ubud berlokasi di Jalan Raya Oro-oro ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu yang proses pembangunannya di berhentikan Pemkot Batu karena belum memiliki IMB. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS.

MALANG NEWS – Pihak Hotel Ubud di Kota Batu yakin, laporan beberapa LSM ke Ombudsman RI “salah alamat”. Keyakinan itu disampaikan Helly, SH, MH selaku kuasa hukum hotel tersebut, Jumat (19/4/19).

Penegasan pihak hotel yang berlokasi di Jalan Raya Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu itu disampaikan menanggapi permintaan konfirmasi dari awak media pun disampaikan secara tertulis melalui medium WhatsApp.

Dalam nada tanya (keheranan), Helly meyakinkan pihak kliennya bukan termasuk subjek yang menjadi domain kewenangan pengawasan pihak Ombudsman RI. Pasalnya, kliennya bukan lembaga penyelenggara negara atau pemerintahan. Lantaran itulah ia yakin laporan ke Ombudsman tersebut jelas salah alamat.

Catatan Malang News kewenangan pengawasan Ombudsman diatur dalam Pasal 1, ayat (1), UU RI No. 37/Tahun 2008 tentang Ombudsman RI.

Diamanatkan, kewenangan Ombudsman mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang yang diselenggarakan oleh: (1) penyelenggara negara dan pemerintahan, termasuk BUMN/BUMD. (2) badan hukum swasta dan perseorangan jika operasionalnya menggunakan dana dari APBN/APBD.

Berlandaskan pada ketentuan dalam pasal tersebut, pihak Hotel Ubud melalui kuasa hukumnya meyakini laporan ke Ombudsman salah alamat. Pasalnya, meski kliennya swasta berbadan hukum, tapi operasionalnya tidak menggunakan dana APBN/APBD.

Helly, SH, MH, kuasa hukum Hotel Ubud.
Helly, SH, MH, kuasa hukum Hotel Ubud.

“Seharusnya mereka (LSM atau pelapor) turut membantu mendorong Pemkot Batu agar mempercepat proses perizinan,” komentar Helly lewat WhatsApp.

Ia juga menulis, bila hotel kliennya bisa segera beroperasi, bakal komitmen menyerap tenaga kerja yang memprioritaskan dari warga sekitar.

“Ya, nantinya jika sudah beroperasi bakal merekrut dan mempekerjakan dari warga sekitar,” tambah Helly.

Telah diwartakan, pihak pelapor adalah LSM Yayasan Ujung Aspal (YUA) dan LSM Alab-alab di Kota Batu. Sedangkan terlapor pihak Hotel Ubud. Inti laporan, pembangunan hotel tersebut telah dihentikan oleh Pemkot Batu, karena belum dilengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kendati belum dilengkapi IMB, pembangunan hotel itu disebutkan “kini memasuki babak baru”. Atas dasar itulah pihak pelapor Kamis (18/4/19) lalu bergerak melapor ke “Mako” Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur, di Surabaya.

Ketua LSM YUA Jawa Timur, Alex Yudawan, usai melaporkan Hotel Ubud ke Ombudsman.
Ketua LSM YUA Jawa Timur, Alex Yudawan, usai melaporkan Hotel Ubud ke Ombudsman RI di Surabaya.

Ketua LSM YUA Jawa Timur, Alex Yudawan dan Ketua LSM “Alab-alab” Gaib Sampurno, melengkapi laporannya dengan catatan hasil sidak antara Komisi A dan Komisi C DPRD Kota Batu. Selain itu juga dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) dan Satpol PP Pemkot Batu.

“Pihak Hotel Ubud diduga telah melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28, Tahun 2002, tentang Bangunan Gedung dan Pihak Hotel Ubud diduga juga telah melanggar pasal 33 tentang Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 4 tahun 2011,” kata Alex Yudawan kepada wartawan.

Disebutkan pula, berdasarkan investigasi dan di dukung data yang di peroleh LSM di lapangan, pihak Hotel Ubud selain tidak mempunyai IMB juga tidak mempunyai Izin HO (Hinder Ordonantie).

“Pihak Hotel Ubud diduga telah melanggar batas sepadan jalan, minimal harus sepuluh meter, yang artinya bangunan tersebut panjang keseluruhanya yang harus di kepras adalah dua puluh satu meter di bagian hotel, dan di samping bagian kiri juga harus di kepras. Itu sesuai dengan undang-undang dan peraturan daerah yang berlaku,” tegas Alex Yudawan.

Pewarta : Eko Sabdianto

Editor : Andi Rachmanto

Publisher : Andri Priyo Utomo