Disanggah Kepsek SMAN 2 Malang, Jurnalisnya Mengaku Punya Alat Bukti

Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Malang, Drs Hariyanto, MPd. Foto: Dok pribadi
Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Malang, Drs Hariyanto, MPd. Foto: Dok pribadi

MALANG NEWS – Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Malang, Drs Hariyanto, MPd mengklarifikasi soal publikasi tentang pihaknya diwartakan telah “menahan ijazah siswa”. Publiksasi dimaksud dirilis oleh sebuah media online.

Pasalnya, pada publikasi media dimaksud tidak mencantumkan narasumber dari kepala sekolah dan komite. Sehingga, pemberitaan dimaksud seolah-olah mendiskreditkan pihak sekolah. Terlebih lagi, pemberitaan itu tidak benar.

“Terus terang, pemberitaan itu tidak benar, dan itu sangat merugikan. Pihak sekolah tidak pernah sekalipun menahan ijazah,” kata Drs Hariyanto, MPd melalui keterangan tertulisnya, Selasa (23/7/19).

Ia pun menceritakan kronologis peristiwa sampai akhirnya muncul publikasi di media online dimaksud. Publikasi itu dinilai sangat merugikan pihak SMAN 2 Kota Malang.

“Waktu itu ada dua orang laki-laki yang mengaku dari media. Yang satu orang, tanpa ke resepsionis langsung menuju ruang tata usaha, menemui petugas, Afris Pahlevi. Saat ditanya, katanya mau ambil ijazah adiknya. Katanya adiknya masih punya tanggungan,” tutur Kepsek SMAN 2 Malang.

Dilanjutkan, kemudian tanpa pertanyaan lagi dua orang tersebut meninggalkan sekolah, dan tiba-tiba muncul berita yang ia nilai sangat merugikan pihak sekolah.

“Ternyata, saat kami cross check, dua orang itu mengambil ijazah adiknya. Ya, otomatis tidak kami berikan, karena aturan dari sekolah yang berhak mengambil haruslah orangtua murid. Perlu diketahui, ijazah tersebut lulusan dari murid kami tahun 2017 lalu. Jadi, kami tidak pernah menahan ijazah,” ungkapnya.

Drs Hariyanto, MPd menandaskan, jika mengacu kepada profesi jurnalis, seharusnya ada narasumber yang berkopenten, agar berita tersebut berimbang.

“Seharusnya konfirmasi kepada kepala sekolah maupun komite sekolah. Jadi, beritanya harus “cover both side” (berimbang). Alumni SMAN 2 Malang ini juga ada yang bekerja sebagai jurnalis,” jelas dia.

Terkait dengan pemberitaan tersebut, ia mengaku telah berkoordinasi dengan kepala cabang Dinas Pendidikan wilayah Kota Malang dan Kota Batu.

“Jika tetap diberitakan yang tidak berimbang, maka kami bakal menempuh jalur hukum dan melaporkan kedua penulis berita tersebut kepada dewan pers,” pungkasnya.

Secara terpisah, kedua jurnalis tersebut, yakni M. Yasin dan Sofyan saat dihubungi terkait dengan dirinya yang bakal dilaporkan ke Dewan Pers, mengaku bersikap menunggu saja. Ia juga bakal menunjukkan alat bukti yang mendukung publikasinya perihal pemberitaannya tersebut.

“Yang pasti saya bakal menunggu laporan (dari Dewan Pers) itu, dan selanjutnya bakal saya tunjukkan alat bukti kalau pihak sekolah memang menahan ijazah murid,” tandasnya.

Pewarta : Ardianto Rakya

Editor : Eko Sabdianto

Publisher : Andri Priyo Utomo