​Setelah Diambil Alih Polda Jatim, Satgas Saber Pungli Awasi Terus Kasus OTT Tiga Pejabat Pemkot Batu

Brigjen Pol Widianto Poesoko, Kabid Saber Pungli Kemenkopolhukam
Brigjen Pol Widianto Poesoko, Kabid Saber Pungli Kemenkopolhukam

MALANG-NEWS.COM – Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam mengaku terus mengawasi penanganan OTT Batu di Polda Jatim. Pengakuan tersebut diungkapkan Kepala Bidang Operasi Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam, Brigjen Pol Widianto Poesoko.

“Ya kami terus memonitor penangannya sampai saat ini. Kami yakin penyidik Polda Jatim bisa membuktikan kasus OTT di Kota Batu itu,” kata Widianto Poesoko. Kamis (7/9/17) saat dihubungi via telepon selulernya.

Sebagaimana diketahui, Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam melakukan OTT (operasi tangkap tangan) terhadap tiga pejabat Pemkot Batu pada Kamis (24/8/17) lalu. Ketiga pejabat itu yakni, Nugroho Widyanto alias Yeyen, kabid Cipta Karya; Fafan  Firmansyah, Kasi Bidang Perumahan; dan Muhamad Hafid, Kasi Cipta Karya.

Mereka diduga memungli rekanan yang menggarap GOR Gajah Mada senilai Rp 25 miliar dan taman perkantoran Among Tani Rp 10 miliar. Rekanan tersebut dari PT. Gunadharma Anugerahjaya.

Usai ditangkap Satgas Saber Pungli, ketiga terduga itu sempat ditangani Polres Kota Batu. Namun, beberapa hari kemudian kasus tiga pejabat dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Ciptakarya Pemkot Batu itu diambil alih oleh Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi mengatakan bila proses penyidikan masih terus berlanjut. “Senin kemarin surat panggilan untuk pemeriksaan sudah kami kirim,” kata dia.

Lebih lanjut dia menegaskan, bahwasanya bila ketiga orang tersebut dipastikan bakal diperiksa. Sebab, penangannya sudah diambil-alih Polda Jatim.

Sementara itu, kuasa hukum PT. Gunadharma Anugerahjaya, Arif Fathoni, S.H mengakui bila proses penyidikan di Polda Jatim sudah transparan. Bahkan, kata dia, setiap perkembangan proses penyidikannya selalu diberitahu.

Karena itu dia kini sudah merasa lega. Sebab, dirinya juga yakin bahwa kasus yang ditangani Polda Jatim tersebut bakal tuntas hingga di pengadilan.

Alasannya, Satgas Saber Pungli pusat itu profesional. “Kalau tidak memenuhi dua alat bukti yang cukup, tentunya mereka tidak bakalan melakukan OTT,” ungkapnya. (MN)