​Kapolres Batu Apresiasi, Live in Lintas Iman Universitas Ma Chung

Kapolres Kota Batu, AKBP Budi Hermanto Saat Sesi Foto Bersama Mahasiswa Ma Chung
Kapolres Kota Batu, AKBP Budi Hermanto Saat Sesi Foto Bersama Mahasiswa Ma Chung

Batu, MALANG-NEWS.COM – Kota Batu kembali jadi daerah jujukan kegiatan yang mengedepankan pluralisme. Terbukti, Universitas Ma Chung menggelar program Live in Lintas Iman bekerjasama dengan Polres Batu. Senin (24/7)

Ketua Pelaksana Live in Lintas Iman, Felik Sad Windu Wisnu Broto SS. MHum, mengatakan, kegiatan yang terakomodir dalam Orientation Based On Reflektion (OBOR) ini merupakan agenda tahun kedua. Tujuannya untuk implementasi program kerja Pusat Pendidikan Karakter dan Kepemimpinan Universitas Ma Chung.

“Untuk menjadikan mahasiswa Ma Chung insan berdaya cipta di masyarakat dan berkarakter toleransi antar umat beragama,” kata Felik.

Dipilihnya Kota Batu serta berkerjasama dengan Polres Batu bukan tanpa sebab. Sebab Kota Batu sebagai kota kecil memiliki karakter masyarakatnya yang kuat menjaga toleransi. Visi dan misi Polres Batu yang dipimpin AKBP Budi Hermato juga seirama. Bagaimana agar toleransi antar kehidupan beragama terwujud nyata.

“Bahwa toleransi dan kerukunan ini menjadi tanggung jawab bersama bukan salah satu golongan saja,” katanya.

Total ada 53 mahasiswa Universitas Ma Chung yang akan disebar di beberapa lokasi lintas iman di Kota Batu. Diantaranya Vihara Dhamma Dipa Arama Junrejo, Klenteng Kwam Im Tong, Ponpes Darus Sholihin, Seminari Tinggi SVD, Biara Suster SSPS Santa Maria, Komunitas Hindu di Pura Giri Arjuna dan Komunitas Institut Injil Indonesia.

“Mahasiswa akan dibagi perkelompok dan menjalani rutinitas selama tiga hari. Outputnya nanti akan diagendakan refleksi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto mengapresiasi program yang diinisiasi dari lembaga pendidikan tersebut. Hal ini juga telah sesuai dengan program nawa cita Presiden Joko Widodo. Yakni memperteguh kebhinekaan.

“Pesan saya harus saling menjaga komunikasi dan toleransi saat nanti berbaur di masyarakat.
Saling kontrol dan menghargai. Tunjukkan pada daerah lain bahwa di Kota Batu sangat menjunjung tinggi toleransi meskipun berbeda keyakinan,” pungkas alumnus Akpol 2000 ini.