Postingan Tatib Di Group Komunitas Peduli Malang (ASLI Malang), Jadi “VIRAL”

Tatip yang jadi
Tatib yang jadi “VIRAL” perbincangan netizen di group Facebook Peduli Malang (ASLI MALANG).

MALANG NEWS – Beredarnya peraturan atau Tata tertib (tatib) di RW 2, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang diunggah oleh akun atas nama Noer Yusuf menjadi viral di berbagai media sosial.

Pasalnya, tatib yang memuat berbagai transaksi dan denda itu menjadi perbincangan netizen.

Bahkan, dari beberapa komentar netizen tidak sependapat dan dinilai “nyeleneh” alias tidak wajar.

Seperti yang diunggah akun atas nama Cintya Laksono.

“iki lohh aturan anyar penghuni tebo wagir,,,, ( aq moco karo ngguyu kwekel ),,,” tulis dia.

Namun, ada juga warga yang setuju. Seperti akun atas nama Muhammad Nur Handika.

“Sebagai Warga Tebo Selatan RT 08 RW 02 sangat setuju dengan Kebijakan Peraturan yang di Berlakukan Ketua RW 02
Ini juga mengantisipasi banyaknya warga ilegal yang terkontaminasi paham Radikal HTI ISIS dan sebagainya masuk di wilayah tebo selatan khususnya RW 02

Pak Lurah / Camat pun gak bisa mengintervensi kebijakan Warga RW 02
Dan semua iuran yang masuk di awasi warga dan tetap transparan
Semua kebijakan yang tertulis sudah di setujui Warga RW 02

Gak iso Korupsi masio 1 rupiah pun,” tulisnya.

Ketua RW 2, Kelurahan Mulyorejo, Ashari membenarkan tatib yang tengah beredar luas di berbagai jejaring media sosial (medsos) facebook (FB) tersebut.

Ashari mengatakan, bahwasanya tatib itu masih pada tahap sosialisasi, sehingga masih terbuka untuk direvisi bersama warga setempat.

“Jikalau ini memang dinilai warga tidak layak, ya dibatalkan saja, jadi tidak masalah. Direvisi juga pun tidak masalah,” katanya saat ditemui awak media di rumahnya, Kamis (11/7/19).

Pada tatib itu menyebutkan, bagi warga pendatang baru harus membayar Rp 1.500.000. Uang itu dipergunakan untuk kas RW dan uang makam. Sedangkan warga yang mengontrak di kampung itu dikenakan Rp 250.000 dan warga yang kos dikenakan Rp 50.000 sekali masuk.

Tak hanya itu saja, bahkan bagi warga yang menjual tanah atau rumahnya di kampung tersebut dikenakan biaya kompensasi sebesar 2 persen dari nilai transaksi akad jual beli.

Warga yang kedatangan tamu dari luar kampung dan tidak melaporkan dalam jangka waktu 3×24 jam, maka dikenakan denda Rp 1.000.000.

Warga yang kedapatan melakukan tindak asusila dan kejahatan juga dikenai sanksi. Meskipun tindak kejahatan dan asusila itu mengandung unsur pidana dan menjadi wewenang penegak hukum.

Untuk yang kedapatan berzina atau melakukan persetubuhan tanpa ikatan pernikahan suami istri yang sah, maka dikenai denda Rp 1.500.000, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) Rp 1.000.000 dan transaksi atau memakai narkoba dikenai denda Rp 500.000.

Tatib itu ditetapkan pada 14 Juni 2019 dan ditanda tangani oleh Ashari selaku Ketua RW 2.

“Yang melatar belakangi kami untuk membuat Tatib itu, supaya kampung kita ini aman, sehat, harmonis,” jelasnya.

Pewarta : Rifand Apur

Editor : Andi Rachmanto

Publisher : Andri Priyo Utomo