Tak Terima Anaknya Dianiaya, Warga Junrejo Kota Batu Lapor Polisi

Nikmatur Rodiyah (orang tua korban), saat menunjukkan hasil laporan polisi kepada para awak media. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
Nikmatur Rodiyah (orang tua korban), saat menunjukkan bukti hasil laporan polisi kepada para awak media. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

MALANG NEWS – Tidak terima anaknya menjadi korban penganiayaan, Nikmatur Rodiyah (35) seorang ibu warga Jalan Trunojoyo, No. 32A, RT.03, RW.09, Desa Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu melaporkan ke Polres Batu, dengan nomor laporan STTLP/58/Vll/2019/JATIM/POLRES BATU, pada Sabtu (6/7/19), pukul 15.36 WIB lalu.

Terlapor diketahui bernama Yudi, warga Desa Beji, RT.03, RW.06, Kecamatan Batu, Kota Batu. Sedangkan korban, berinisial MF, yang diketahui masih dibawah umur.

MF (16) mengalami luka-luka di bagian muka, mulut, kepala dan leher, akibat dianiaya.

Peristiwa penganiayaan tersebut, bermula saat korban bermain ke rumah teman wanitanya di Dusun Ngemplak, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu (6/7/19) sekitar pukul 13.00 WIB siang.

MF menceritakan kronologis peristiwa penganiayaan tersebut, yang awalnya memang ingin menolong Dedi, salah seorang temannya, karena telah dituduh ugal-ugalan, saat mengendarai sepeda motor di dalam kampung yang kemudian diancam oleh terlapor (Yudi).

“Saya baru bertanya, apa benar teman saya Dedi menaiki motor ugal-ugalan kepada Yudi. Dia (Yudi) tidak menjawab malah memukul dan menghajar saya, sehingga saya terjatuh dan kemudian kepala saya di injak-injak,” tuturnya kepada awak media, saat ditemui dirumahnya, Selasa (9/7/19).

Ditambahkan olehnya, bahwasanya pelaku (Yudi) awalnya memang mencari temannya itu. Kemudian, Dedi yang merasa ketakutan, selanjutnya menemui MF (korban) untuk memberitahu bahwa dirinya sedang dicari orang.

“Ya, Inti informasi dari teman saya Dedi itu, kalau dia akan dipukuli oleh seseorang, karena dituduh mengendarai motor secara ugal-ugalan di dalam kampung,” imbuhnya.

Namun sayangnya, saat hendak berusaha menjelaskan dan meluruskan permasalahan tersebut kepada Yudi, MF malah dihajar. Usai dianiaya, korban mengaku pusing dan traumatik.

Selanjutnya, MF dengan diantar orang tuanya melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Polres Batu, yang kemudian meminta “visum et repertum” ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Batu.

Ditempat yang sama, Nikmatur Rodiyah (35) orang tua MF, mengaku tak terima dengan peristiwa penganiayaan yang menimpa anak lelakinya tersebut.

“Terus terang mas, saya memang tidak terima atas penganiayaan ini, anak saya mukanya sampai berdarah,” ucapnya.

Iapun berharap kepada pihak kepolisian, agar segera menangkap pelaku yang telah menganiaya anaknya tersebut.

“Saya berharap kepada Bapak Polisi, agar segera menangkap pelakunya. Supaya kejadian ini tidak menimpa kepada orang lain,” tandas dia.

Hingga berita ini dilansir, Kasatreskrim Polres Batu AKP Anton Widodo, S.H, masih belum bisa di konfirmasi terkait dengan peristiwa penganiayaan tersebut.

Pewarta : Eko Sabdianto

Editor : Andi Rachmanto

Publisher : Andri Priyo Utomo