Tak Datang Saat Sidak, LSM Usulkan Ganti Kasatpol PP Pemkot Batu

DPRD Kota Batu Komisi A dan C bersama Dinas Perizinan Pemkot Batu, saat sidak ke Karaoke Sambel Apel kemarin. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
DPRD Kota Batu Komisi A dan C bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkot Batu, saat sidak ke Karaoke Sambel Apel kemarin. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

MALANG NEWS – Absennya Satpol PP Pemkot Batu yang tak menghadiri kala sidak ke tempat hiburan malam Karaoke Sambel Apel rupanya menuai kritikan pedas dari berbagai pihak. Informasi yang di himpun awak media, kritikan itu tak hanya dari masyarakat Kota Batu saja, melainkan juga datang dari LSM di Kota Batu.

Pantauan Malang News, Hal itu terlihat dari group media sosial (medsos) melalui aplikasi WhatsApp (WA) di Forum Warga Batu. Mereka menyoal terhadap kinerja Satpol PP Pemkot Batu yang tak datang kala sidak, Senin (18/2/19) kemarin.

Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Ketua LSM Alap-Alap yang juga Ketua POPSI Kota Batu, Gaib Sampurna.

“Walikota Batu, Dewanti Rumpoko mau tak mau harus sesegera mungkin mengganti Kasatpol PP, Robiq Yunianto,” kata Gaib Sampurno, Selasa (19/2/19) saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Ungkapan yang dilontarkan Gaib Sampurna itu bukan tanpa alasan, sebab menurutnya menyusul ketidakhadiran dari Satpol PP selaku penegak perda kala sidak yang dilakukan Komisi A dan C DPRD, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkot Batu, Senin (18/2/19), kemarin nyatanya tak dihadiri Satpol PP.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, saat sidak tersebut, para wakil rakyat yang didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Bambang Kuncoro, serta Kabid Lalin Dishub, Hariadi bahkan mengaku kecewa. Pasalnya, Satpol PP Pemkot Batu tak datang.

Ketua LSM Alap-Alap Kota Batu, Gaib Sampurno. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
Ketua LSM Alap-Alap Kota Batu, Gaib Sampurno. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

Menurut Gaib Sampurno, Satpol PP Pemkot Batu dinilai lemah dan tak bertaji sebagai lembaga penegak Perda.

“Ya, memang lemah dan tak bertaji. Apa mau dikata, buktinya Karaoke Sambel Apel (SA) nyatanya sudah beroperasi selama kurun waktu tiga tahun, namun pada kenyataannya kok baru-baru ini disoal karena diketahui tidak memiliki izin,” kata Gaib Sampurno dalam nada meyakinkan.

Menyoal hal itu, masih kata Gaib Sampurno, dinas terkait termasuk juga OPD penegak Perda patut diduga ada main mata dan kongkalikong dengan pemilik tempat hiburan malam (SA Karaoke).

“Dari kemarin itu kan memang jelas terlihat, anggota dewan dan dinas terkait saat sidak ternyata tidak ada unsur dari pihak Satpol PP pemkot Batu, bahkan yang mewakili sekalipun. Ini ada apa ya di balik itu semua, masa iya ada genderuwonya?,” ungkap Gaib Sampurno menggulang kata-katanya kemarin dalam nada tanda tanya besar.

Gaib Sampurno pun mengaku mempunyai alasan yang kuat dan mendasar, soal usulan pergantian Kasatpol PP Pemkot Batu. Hal itu mengingat demi marwah dan kewibawaan Pemerintah Kota Batu, utamanya Satpol PP selaku penegak perda, sehingga tidak dianggap diskriminasi nantinya oleh para investor.

Gaib Sampurno, bahkan juga mengusulkan kepada DPRD dan dinas terkait untuk Sidak ke tempat-tempat usaha lain yang disinyalir juga tak berizin.

“Ya, tujuannya kan agar supaya tidak ada fitnah, karena dianggap tebang pilih dan terindikasi hanya untuk mencari sensasi saja,” sindirnya.

Sekretaris Satpol PP Pemkot Batu, M. Nur Adhim. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS
Sekretaris Satpol PP Pemkot Batu, M. Nur Adhim. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Pemkot Batu, M. Nur Adhim, membantah tudingan bahwasannya pihak Satpol PP Pemkot Batu lemah sebagai institusi selaku sebagai penegak Perda.

Menurut dia, ketidakhadiran Satpol PP saat Sidak ke Karaoke Sambel Apel (SA), hal itu dikarenakan suratnya belum sampai ke pihak institusi Satpol PP Pemkot Batu.

“Ya, kan suratnya memang belum sampai masuk ke meja saya,” kata Adhim, saat ditemui awak media di kantornya.

Namun, Adhim mengaku baru dapat pemberitahuan melalui aplikasi WhatsApp (WA) dari Kasatpol PP, sekitar Pukul 12 ,00 WIB, yang menurutnya pelaksanaan sidak hampir rampung.

“Jadi kalau kita berangkat tanpa surat tugas, kan nantinya jadi salah, karena tidak sesuai dengan prosedur. Tapi, Satpol PP sudah memberikan itu (surat peringatan) kok yang pertama untuk Karaoke Sambel Apel, kan mas juga tau waktu wawancara saya Jumat tempo hari,” ungkapnya.

Masih kata Adhim, kelanjutannya terkait surat itu dengan masa tenggat waktu sampai tujuh hari. Jika tidak ada kejelasannya atau perhatian dan itikad baik dari pengelola maupun owner Karaoke Sambel Apel, maka konsekwensinya bakal melayangkan surat peringatan untuk yang kedua, dan ketiga.

“Kalau memang masih belum ada kejelasan, kami layangkan surat kedua dengan tenggat waktu tiga hari, jika masih tak mengubris kita layangkan surat ketiga dengan tenggat waktu sama tiga hari, namun jika tetap tidak ada perhatian dan itikad baik dari manajemen Karaoke Sambel Apel, maka konsekwensinya ya kami tutup untuk sementara waktu, sampai izin-izinnya keluar. Akan tetapi, kami juga melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan dinas terkait,” pungkasnya.

Pewarta : Eko Sabdianto

Editor : Andi Rachmanto

Publisher : Andri Priyo Utomo