Kipa Ilakes! Bisling Gandeng Mahasiswa UMM, Olah Sampah Plastik Menjadi Tas

Salah satu sampah plastik yang telah diolah menjadi tas
Dodo Nuri Anggono (tengah) Founder Bisling Malang Raya, bersama para Mahasiswa dan Mahasiswi UMM, saat memamerkan salah satu sampah plastik yang telah diolah menjadi tas.

MALANG NEWS – Sampah kantong plastik di Indonesia pada umumnya didaur ulang untuk menjadi kantong plastik dan kantong sampah, dan ada juga yang dibuat menjadi kerajinan tangan seperti tas dan lain sebagainya.

Sampah plastik yang banyak berserakan tersebut adalah sampah yang belum terkelola dengan baik. Padahal, potensi rupiah yang dihasilkan dari daur ulang plastik selama ini relatif baik dan menarik, serta lebih berharga dan berdaya nilai jual tinggi.

Hal itu setidaknya seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa UMM. Melalui praktikum, Mahasiswa tersebut mengajak masyarakat untuk Branding Bisnis Lingkungan (Bisling) sampah plastik yang bisa diolah menjadi sebuah karya dengan nilai jual yang tinggi, pada Minggu (7/7/19), bertempat di Jalan Tpst, No.1, Desa Jetak Lor, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Ketua pelaksana Muhammad Akmal Mahasiswa UMM mengatakan, “Bisling” plastik adalah salah satu bahan kemasan yang sangat populer dan sering dipergunakan. Namun, kepopulerannya tersebut justru menjadi bahaya tersendiri bagi para manusia, karena jika sudah dibuang sampah plastik sangat sulit untuk diurai.

“Melalui pelatihan ini, kami sengaja mengajak masyarakat untuk bisa mengolah sampah plastik untuk bisa menjadi buah karya yang bermanfaat dan bernilai,” kata Akmal disela-sela acara pelatihan.

Mahasiswa UMM Semester 6 ini menambahkan, yang mana tadinya sampah plastik tidak mempunyai nilai jual, melalui pelatihan tersebut sampah plastik dapat diolah.

“Kita mengenalkan bagaimana cara agar sampah plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang berharga dan bernilai rupiah,” imbuh Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMM ini.

Salah satu sampah plastik yang telah diolah menjadi tas.
Nunung (kanan) pembina Mulyoagung Bersatu, saat menunjukkan salah satu sampah plastik yang telah diolah menjadi tas.

Ditempat yang sama, Dodo Nori Anggono Founder Bisling Malang Raya juga menyampaikan rasa terimakasihnya, karena “Bisling” telah diterima oleh Komunitas Bank Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Komunitas Alamku Hijau, rekan-rekan media online, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu.

“Saya ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan media online. Untuk program ke depan, kita selalu berkoodinasi dengan masyarakat yang mempunyai potensi di dalam keterampilan daur ulang ini, khususnya dalam bidang plastik, kedepan akan kita kunjungi dan membuat jadwal. Sekanjutnya, kita akan siap untuk mendampingi,” kata Dodo.

Dengan begitu, lanjut Dodo, ke depannya dirinya berjanji bakal melihat, membimbing dan mengajari masyarakat agar dapat mengolah sampah tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Secara kwalitas, hasilnya nanti akan dibantu untuk pemasarannya kemana. Dan nantinya, kami juga bakal datangkan langsung calon-calon pembeli dengan pengrajinnya,” papar dia.

Sementara itu, Nunung, pembina Mulyoagung Bersatu menambahkan, bahwasanya pelatihan tersebut untuk membranding dalam mengolah sampah plastik untuk menjadi kerajinan.

“Ya, salah satunya bisa dibuat menjadi kerajinan seperti tas dan lain-lainnya. Karena bahan-bahan plastik dari bank sampah ini sangat bagus-bagus, sehingga dapat diolah dan dijadikan kerajinan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta : Eko Sabdianto

Editor : Andi Rachmanto

Publisher : Andri Priyo Utomo