Hidupi Dua Anak, Novi Rabah Isa Rela Jadi Pengamen

Hidupi keluarga, Novi
Hidupi keluarga, Novi Rabah Isa ibu dua anak ini rela jadi pengamen jalanan. Foto: Andi Rachmanto/malangNEWS

MALANG NEWS – Terhimpit masalah ekonomi membuat Novi Rabah Isa (32) memutuskan untuk menjadi seorang pengamen jalanan. Tak seperti kebanyakan pengamen lain, Novi memang memfokuskan nyanyiannya di lagu-lagu yang tengah hits saat ini. Dia menguasai berbagai lagu populer yang menjadi amunisi saat dia berkeliling mengamen.

Karena suaranya yang merdu, ibu dua anak ini bisa mendapat penghasilan lumayan dari hasil mengamen. Bahkan, kualitas suaranya membuatnya beberapa kali ditawari panggung reguler di beberapa tempat.

Salah satunya seperti diundang untuk bernyanyi di resepsi pernikahan bahkan di acara kampanye. Jika sedang menerima order nyanyi, ia biasanya absen mengamen.

“Saya berangkat mulai pukul 08.00 WIB. Tujuan saya yang pertama ke warung Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) di depan Stasiun Kota Malang. Ya, sambil membawa sound system kecil ini di naikan sepeda motor. Biasanya sampai enam lagu. Baru setelah itu saya pindah ke tempat lain,” tutur Novi begitu perempuan ini biasa disapa, Jumat (6/9/19).

Novi memang hanyalah seorang pengamen jalanan. Namun siapa sangka jika mendengar suaranya, pantaslah kalau ia disejajarkan dengan penyanyi papan atas sekalipun.

Perempuan kelahiran 5 November 1987 silam yang juga asli Kera Ngalam (Arek Malang-red) ini pertama kali ngamen sejak tahun 2012 silam. Tanpa sepengetahuan suaminya, dia nekad memesan sound system mobile kepada salah satu tetangganya.

“Kalau ditanya kapan pertama kali saya mengamen itu pada tahun 2012. Dulu itu pertama kali saya ngamen suami tidak tau. Tapi lama-lama jadi ketahuan, kalau dimarahi sih tidak. Walaupun awalnya sempat dilarang, tapi saya tetap ngeyel (ngotot-red) ngamen,” ungkapnya.

Keputusan Novi menjadi pengamen dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi. Sebab, suami tercintanya hanyalah berprofesi sebagai seorang pemulung yang pendapatannya juga tak menentu. Padahal, ada anak butuh biaya yang harus disekolahkan.

Novi hanyalah tamatan SMP. Sejak kecil, ia hidup terbatas karena ayahnya seorang tukang sayur keliling dan ibunya adalah ibu rumah tangga biasa.

“Saya memang tidak punya niatan dulu untuk melanjutkan sekolah, karena saya sadar penghasilan kedua orang tua saya juga tak seberapa, kasihan sama ibu dan bapak. Mereka sudah tua,” ujar dia.

Sehari-hari, Novi berkeliling dari warung ke warung yang ada di Kota Malang dari pukul 8 pagi hingga 9 malam. Jika kakinya terasa letih dan capek, ia biasa menumpang di salah satu warung beberapa saat untuk sekedar melepas penat.

“Saya pernah waktu itu ngamen pulangnya sampai pukul 11 malam,” kata perempuan dua anak itu.

Saat ditanya suka dukanya apa saja sebagai seorang pengamen, yang notabene dirinya adalah seorang wanita yang tak seperti kebanyakan pengamen laki-laki pada umumnya, lebih lanjut ia mengungkapkan.

“Banyak suka dan dukanya mas. Kadang, saya digoda dan juga sering dimintai nomor handphone oleh seseorang pria yang tidak saya kenal. Ya, mungkin saja mereka iseng. Belum lagi, omongan para tetangga yang tak enak didengar. Tapi mau bagaimana lagi, saya tetap cuek saja. Yang terpenting uang yang saya dapat itu untuk membiayai kebutuhan anak-anak saya dan itu halal,” paparnya.

Novi memiliki dua orang buah hati. Anak pertamanya bernama Nikita Putri Wiji, kini tengah berusia sembilan tahun dan kedua bernama Muhammad Olif berusia tiga tahun.

Dua anak Novi diasuh oleh kakak dari suaminya. Beruntung, kedua anak-anaknya tidak pernah rewel, saat ditinggal bekerja (mengamen).

“Sebelum saya berangkat kerja ngamen, terlebih dahulu, saya tinggali uang untuk jajan anak-anak,” ucapnya.

Pada awalnya, sempat terbesit dibenaknya, jikalau anaknya malu saat tau ibunya adalah seorang pengamen.

“Tapi untungnya anak-anak saya ternyata tidak malu. Mereka terlihat cuek saja, ya mungkin tau kalau pekerjaan saya ini halal,” bebernya.

Selain mengamen, Novi kini banyak diundang untuk bernyanyi di resepsi pernikahan bahkan di beberapa acara kampanye. Jika sedang menerima order nyanyi, ia absen mengamen.

Novi berharap kedua anaknya tidak mengikuti jejaknya. Keinginannya hanya ingin mereka menempuh pendidikan hingga ke tingkat perguruan tinggi. Tak hanya cuma lulusan bangku SMP seperti dirinya.

“Kalau ditanya harapan saya, sebagai seorang ibu terlebih orang dari anak-anak saya ya, semoga saja mereka tidak seperti saya, yang hanya bekerja sebagai seorang pengamen ini. Jadi mudah-mudahan mereka dapat mengenyam pendidikan tinggi,” harap Novi mengakhiri perbincangannya.

Pewarta: Andi Rachmanto

Editor: Eko Sabdianto

Publisher: Andri Priyo Utomo