Dodiek Benny Yuniarto, Mulai 2009 Konsisten Breeding Kelinci Hias

Dodiek Benny Yuniarto
Dodiek Benny Yuniarto, saat memperagakan cara “Possing” Kelinci jenis Holland Lop Kwalitas Kontes di kandang miliknya. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

MALANG NEWS – Sejak 2009 silam breeding kelinci hias, Dodiek Benny Yuniarto (38) tentu sudah cukup kenyang merasakan pengalaman. Bahkan, kini dirinya dipercaya untuk menjadi juri kelinci hias. Tak hanya di Kota Malang, bahkan juga menjadi juri di luar Kota Malang. Telaten salah satu menjadi kuncinya bertahan hingga kini.

Ditemui Malang News di kediamannya, di Jalan Mergan Veteran No.12 C, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Bapak satu anak ini tampak sibuk memberi makan puluhan kelinci hias miliknya, Jumat (22/2/19) malam.

“Pertama kali jadi juri kelinci hias pada Tahun 2015 lalu, waktu itu di acara Indonesian Hollander Club (IHC) di Jakarta,” kata Dodiek memulai perbincangannya dengan awak media.

Tiap sore sepulang kerja, rutinitas yang harus dilakoninya, yakni memberi makan dan minum 60 kelinci hias koleksinya. Selain itu Dodiek juga tak lupa selalu membersihkan kandang. Kandang kelincinya terletak tepat di samping rumah, pengawasan pun lebih leluasa dia lakukan. Langkah itu memang penting dilakukan, karena Dodiek memilih untuk mengembangbiakkan kelinci hias jenis Holland Lop dan beberapa diantaranya jenis Nederland Dwarf.

Dibandingkan dengan beternak kelinci pedaging, perhatian dan perawatannya memang harus sering ekstra dilakukan. Sebab, merawat kelinci hias memang tak boleh sembarangan, pakanpun juga tak boleh asal-asalan. Pakan yang dibutuhkan kelinci hias berupa rumput ‘Hay dan Pelet’.

“Pakannya memang harus rumput hay 80 persen, sisanya bisa pelet. Selain itu, kebersihan kandang juga harus diperhatikan. Jika kandang kelinci hias kita bersih maka otomatis kelinci yang kita pelihara juga sehat dan tidak mudah terserang penyakit,” terang Dodiek.

Kelinci hias jenis Holland Lop warna Broken Tortoise
Kelinci hias jenis Holland Lop warna Broken Tortoise “Kwalitas Show” milik Dodiek Benny Yuniarto. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

Di dunia pecinta kelinci hias, nama Dodiek memang bukan orang baru. Dia sudah memulai usaha dan bisnis tersebut sejak 2009 silam. Bila ditotal, sudah 10 tahun dirinya akrab dengan kelinci hias.

”Jika diamati, memang untuk peminat kelinci hias tidak bisa diprediksi. Namun, kadang kala seiring bertambahnya para penghobi dan pecinta utamanya kelinci hias seperti saat ini, maka otomatis kontes kelinci hias sering digelar. Salah satunya untuk menarik minat penghobi dan pecinta kelinci hias, selain itu juga untuk menjalin tali silaturahmi sesama penghobi,” imbuhnya.

Sejumlah pengalaman tak mengenakkan pun sempat dia rasakan. Dirinya menceritakan, kala menjadi juri kelinci hias yang digelar oleh American Rabbit Breeder Association (ARBA). Ada salah satu peserta yang tetap ngotot jika kelinci yang di lombakan sehat, namun berkat kejelian dirinya kelinci tersebut nyatanya diketahui terkena scabies.

“Dengan terpaksa kami diskualifikasi. Walaupun pemiliknya teman sendiri, namun saya harus tetap profesional. Jadi, kita bekerja sesuai dengan standart dan ketentuan dari ARBA,” terang penghobi olah raga gowes ini.

Saat ini, Dodiek mencoba mengajak beberapa penghobi dan pecinta kelinci hias di Kota Malang untuk ikut beternak kelinci. Hasilnya, breding kelinci hias miliknya tetap bisa dilihat sampai sekarang. Bahkan, beberapa koleksi kelinci hias miliknya kerap memperoleh juara.

Disinggung terkait keuntungan yang di dapat, Dodiek mengaku tak bisa menyebutkan nominal angka secara pasti. Karena menurutnya, harga kelinci hias khususnya Holland Lop cukup beragam.

“Ya, itu tergantung kwalitas dari kelinci itu sendiri, jika layak memenuhi kriteria show, maka otomatis harganya mencapai jutaan bahkan bisa saja lebih. Tapi, untuk kelinci hias yang memang disiapkan untuk kontes, biasanya memang terlihat dari bentuk badanya yang compact,” ungkap dia.

Kelinci hias jenis Holland Lop warna Broken Black milik Dodiek Benny Yuniarto
Kelinci hias jenis Holland Lop warna Broken Black “Kwalitas Show” milik Dodiek Benny Yuniarto. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

Lebih lanjut dirinya menerangkan, saat ini jenis-jenis kelinci hias Holland Lop dibagi menjadi tiga kategori. Yakni, Kwalitas Pet, Kwalitas Brood dan Kwalitas Show.

”Yang biasanya mahal itu pernah mengikuti kontes. Kwalitas show ini kalau misalnya menang lomba, harganya bisa mencapai puluhan juta,” jelasnya sembari menunjukkan kelinci koleksinya yang pernah menjuarai beberapa kontes kelinci hias.

Kelinci-kelinci hias yang dikembangbiakkannya sudah dipasarkan untuk beberapa daerah. Tidak hanya di Malang Raya saja. Bahkan, juga ada konsumennya yang datang dari luar pulau, seperti Lombok, Kalimantan, Makasar hingga Bali.

“Memang rata-rata mereka (penghobi) cari yang untuk kontes, namun juga ada yang hanya untuk sebatas sebagai hewan peliharaan saja,” tutup dia.

Dodiek Benny Yuniarto/malangNEWS
Dodiek Benny Yuniarto, saat menjadi juri INDO RABBIT FEST di Griya Persada, Kaliurang beberapa waktu lalu. Foto: Eko Sabdianto/malangNEWS

Prestasi dan profile Dodiek Benny Yuniarto, Juri Holland Lop Specialty Show:

A. Juri :

Menjadi juri di salah satu kontes “Holland Lop Rabbit Specialty Show”, Art dan Edu Contest, by IHC – BRC Bogor, Maret 2015.

B. Prestasi :

  1. BOB dan BOSB, Holland Lop under Judge Randy shumaker, “Indonesia ARBA Show” Rabbit dan Cavy Open Allbreed by IRS, Jakarta, Juni 2014.

  2. BOB dan BRIS Holland Lop under judge Arie Wardhani, “East Java ARBA Rabbit Show”, Kediri, Agustus 2017.

  3. BOB Holland Lop under Arie Wardhani dan BOSB under Kelly Jo, “ARBA show 2017”, Jatim Park 2, Kota Wisata Batu, November 2017.

  4. BOB Netherland Dwarf under judge Arie Wardhani, ARBA Rabbit Show by Perkilo dan IRF, Tulungagung, April 2018.

  5. BOSB Kontes KPK Jogja l 2016, under Arie Wardhani.

  6. BOB, RIS Kontes EJRA Kediri ll 2017, under Arie Wardhani.

  7. BOB, BOSB Magetan 2017, under Adhisuryo.

Pewarta : Eko Sabdianto

Editor : Andi Rachmanto

Publisher : Andri Priyo Utomo