Dipertanyakan Warga, Sejumlah Proyek Tanpa Papan Nama di Pujon

Proyek drainase dan pelebaran jalan di Desa Maron, yang tanpa disertai dengan plang papan nama. Foto: Ardiyanto Rakya/malangNEWS
Proyek drainase dan pelebaran jalan di Desa Maron, tanpa disertai dengan plang papan nama yang dipertanyakan warga. Foto: Ardiyanto Rakya/malangNEWS

MALANG NEWS – Warga Maron, Pujon Lor, Kecamatan Pujon, meminta kepada institusi dinas terkait di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, agar memasang papan nama pada seluruh proyek pembangunan di wilayah setempat. Baik proyek infrastruktur jalan, drainase, maupun proyek-proyek lainnya.

Berdasarkan pantauan warga masyarakat setempat, proyek pembangunan drainase itu ada di lima desa, di Kecamatan Pujon.

Menurut sejumlah warga setempat, proyek pembangunan irigasi itu dananya tentu bersumber dari keuangan negara. Baik APBN maupun APBD. Jadi, mereka menilai wajarkan jika warga masyarakat menyoal proyek tanpa papan nama tersebut. Seperti yang dipaparkan Rekya, warga Pujon, Senin (15/7/19).

Dia tambahkan, kewajiban memasang papan nama proyek tersebut sesuai dengan yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54/Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70/Tahun 2012.

“Selain itu, ada Permen PU No.12/Tahun 2014 tentang pembangunan drainase, infrastruktur jalan dan proyek-proyek yang dikerjakan dinas terkait,” kata Rekya.

Ia meyakinkan, regulasi tersebut juga mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik, yang dibiayai oleh negara, diwajibkan memasang papan nama proyek.

Hal yang sama juga diungkapkan Wijaya. Ia tegaskan ihwal pentingnya informasi papan nama tersebut. Di antaranya memuat jenis kegiatan, mulai dari lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak, serta jangka waktu atau lama proses pengerjaannya.

“Dengan adanya papan nama proyek itu, masyarakat dapat mengawasi secara langsung pengerjaan proyek yang ada di daerah mereka masing-masing,” ucapnya.

Ia pun menyebut setiap proyek yang mempergunakan keuangan negara, dalam mengerjakan pembangunannya harus transparan.

“Dalam hal ini perusahaan atau rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, harus mematuhi aturan yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Nah, kalau tidak ada papan nama, kan patut diduga sama saja dengan proyek siluman,” pungkasnya.

Menyikapi proyek pembangunan drainase tersebut, warga setempat meminta kepada aparat penegak hukum agar mengkaji dan menelusuri, sudah sesuai aturan atau tidak.

Sementara itu, Kepala Desa Pujon Lor hingga berita ini dilansir masih belum dapat dikonfirmasi.

Pewarta : Ardiyanto Rakya

Editor : Eko Sabdianto

Publisher : Andri Priyo Utomo